w3lcom3 to my blog : blog from my inspiration

Google
 

Thursday, October 04, 2007

Mempelajari Bisinis Perusahaan (Bag. 1)

Banyak hal yang bisa dipelajari dari bisnis-bisnis yang sedang berkembang di sekitar kita, hanya saja kita belum bisa melakukan hal yang sama, mungkin karena keterbatasan-keterbatasan yang kita miliki.

Lalu, ada apa dengan bisnis-bisnis yang ada? Saya akan bercerita sedikit tentang prinsip dasar suatu bisnis. Saya akan mulai dari produksi.

Pada dasarnya suatu bisnis selalu mengambil keuntungan yang besar dari produk yang dijual. Misalnya ada suatu produk "X" dengan harga pokok produksi adalah 1000, maka produk tersebut akan dilempar ke pasar dengan harga jual "minimal" 2000. Mengapa hal ini dilakukan? Dengan menjual produk tersebut seharga 2000, maka perusahaan akan memperoleh untuk 1000/produk yang setara dengan harga produk itu sendiri, atau tiap penjualan 1 produk, maka perusahaan akan mendapatkan biaya produksi sebanyak 2 produk. Dengan demikian seandainya dalam perhitungan perusahaan bahwa produk hanya laku sebesar 60% dari total produksi, maka perusahaan akan memperoleh keuntungan sebesar 10% dari total produksi, sedangkan 40% mau dikemanakan, ya terserah. karena perusahaan sudah kembali modal + mendapatkan profit 10%.

Labels:

Wednesday, October 03, 2007

Siapa Insan yang Dibutuhkan Perusahaan

Kalau saya ditanya, bagaimanakah karakteristik seorang insan yang dibutuhkan perusahaan?
Saya akan menjawab:
1.Sopan (Administrtif)
2.Watak Baik (Psiko)
3.Jiwa Sosial (HRD)
4.Intelektual (Teknis)
5.Pemimpin (Direks)
6.Sehat (MCU)
7.Tidak Serakah (MoU)

Siapa Pemimpin Itu? (Bag. 1)

Kalau saya ditanya, siapakah pemimpin anda?
Saya akan menjawab, jika saya berada di suatu perusahaan, maka pemimpin saya adalah:
1. beliau yang datang lebih pagi dan pulang lebih sore, tidak berarti harus paling pagi dan paling sore, yang jelas beliau datangnya lebih pagi dari karyawan yang dipimpinnya dan pulang lebih sore dari karyawan yang dipimpinnya
2.beliau yang suka menyapa dan memberi senyum karyawan yang dipimpinnya
3.beliau yang tidak cepat marah, tidak tergesa-gesa dan konsisten

Wednesday, September 26, 2007

Pemotong Batu

Pada jaman dahulu, di sebuah kaki gunung, hiduplah seorang pemotong batu untuk bahan bangunan yang merasa tidak puas akan kehidupan dan statusnya di dunia.

Suatu hari ia pergi ke kota dan melintasi rumah seorang saudagar kaya raya. "Betapa enaknya jadi orang berpunya, tinggal di rumah megah, berpengaruh dan tiada kurang suatu apa!", bathinnya. Ia merasa iri dan berharap bisa seperti saudagar itu. Alangkah kagetnya ia, entah kenapa tiba-tiba saja ia menjadi seorang saudagar hartawan, menikmati segala kemewahan, memiliki kekuasaan, serta diirikan oleh orang yang hidupnya kurang sejahtera.

Suatu hari orang pejabat tinggi negeri yang ditandu dalam sebuah joli mewah melewati rumahnya diiringi oleh para prajurit. Setiap orang di sepanjang jalan bagaimanapun status ekonominya harus berhenti,minggir ke tepi jalan, dan membungkuk menghormat kepadanya."Betapa berkuasanya dia," pikirnya, "Aku ingin menjadi pejabat tinggi negara!"Terjadilah! Seketika ia menjadi seorang pejabat tinggi negara yang berkuasa, ditandu kemana -mana di atas joli diiringi oleh sepasukan prajurit, dihormati sekaligus ditakuti rakyat.

Suatu hari di musim panas, ketika melakukan inspeksi keliling, sengat matahari telah membuatnya tidak merasa nyaman dan gerah. Disibakkannya tirai joli, sambil memandang matahari yang tampak gagah di langit, ia berkata, "Betapa hebatnya matahari, andai aku bisa jadi matahari"Lalu ia menjadi matahari, bersinar sepanjang masa, menyengat segala sesuatu dan setiap orang dengan teriknya, serta diumpat kala musim panas oleh petani yang bekerja di ladang.

Tetapi sekali waktu segumpal awan hitam menghalanginya sehingga sinarnya tidak dapat mencapai bumi. "Betapa hebat awan hitam badai ini," pikirnya,"Aku berharap ingin jadi awan badai."Ia kemudian menjadi awan hitam, berarak kian kemari dari suatu tempat ke tempat lain dan dibenci oleh setiap orang. Namun suatu hari sebuah kekuatan besar telah membuatnya buyar. Angin. "Betapa kuatnya ia," bathinnya, "Semoga aku bisa jadi angin!"

Seketika ia berubah menjadi angin, yang bisa mengangkat atap-atap rumah, mencerabut pohon-pohon dari akarnya, serta menimbulkan ombak besar yang meneggelamkan perahu-perahu di lautan. Ditakuti oleh apapun yang ada di bawahnya. Tapi suatu hari, sesuatu yang besar dan kuat mampu menghalangi kekuatannya betapupun kuat ia meniupnya. Sebuah batu karang yang membukit. "Betapa kuatnya ia,"serunya," betapa ingin aku menjadi karang."

Ia kemudian berubah menjadi batu karang yang kuat. Tak bergeming dari tempatnya dari jaman ke jaman. Akan tetapi suatu hari, ia merasa ada sesuatu yang berubah pada dirinya, sebuah palu godam besar yang secara berirama dihantamkan pada sebuah pahat perlahan lahan telah melobangi permukannya yang keras, dan akhirnya memotong-motongnya bagian demi bagian. "Siapakah yang lebih kuat dari aku, sang karang?" herannya.


Ia menengok jauh ke bawah dan melihat seorang pemotong batu.

Kamu Bukan Chuang Tzu

Suatu hari Chuang Tzu dan temannya jalan-jalan menyusuri tepian sebuah sungai. " Lihat ikan-ikan yang sedang berenang itu, " kata Chuang Tzu, "Mereka sedang bergembira ria." "Kamu bukan ikan," sahut temannya, " Jadi kamu tidak bisa benar-benar tahu kalau mereka sedang bergembira atau tidak." "Kamu bukan aku. " kata Chuang Tzu, " Jadi bagaimana kamu bisa tahu kalau aku tidak tahu bahwa ikan-ikan itu sedang bergembira?"

Not Dead Yet

The Emperor asked Master Gudo, "What happens to a man of enlightenment after death?"

"How should I know?" replied Gudo.

"Because you are a master," answered the Emperor.

"Yes sir," said Gudo, "but not a dead one."


People's reactions to this story:
"Knowledgeable people are not afraid to say "I don't know" regarding things that they _cannot_ know. Observe all that you can. Do not invent what you cannot know."

"This story seems to me to be saying that we should rely on our own experience. That is the only thing that we truly "know". The master could not talk about what happened to an enlightened man after death because he had never experienced death."

Why should the emperor care? If he doesn't know, he's not enlightened and shouldn't try to act enlightened because he's not!!!

"I believe that this story is trying to tell us that first hand experience is the only kind of knowlage we can truely have."

"I guess that the master is still not enlightened completely."

A wise man knows that he is not wise-just like Socrates.

The truely wise are not afraid to say "I don't know."

To know that you know what you know is all anyone can really know!!

Your alive so mind your own business!

I think master Gudo wants the emporer to realise he should not think of the future but now.

The future is unforseeable and the past is but dead images, we only really experience the present moment.

When one answers a question with another question that person is avoiding answering the question. Maybe the Zen master knows the answer and doesn't want to share it with the Emperor.

Sometimes, if you have to answer a question with a question, maybe more thought should have been put into it before it was spoken.

A fool can ask more questions than a wise man can answer.

I think this story is beautiful. It states,very briefly, the great flaws I see with traditional western religions. They all promise life after death and eternal bliss-worshipping God. But they miss the point--it doesn't matter what happens after death if we live our lives right.

Cross each bridge when you get to it.

"The World of the Living and the World of the Dead....so close but yet so far."

Just shows that you shouldn't trust all the quacks who claim to know everything about the afterlife!

Transformasi

Suatu kali, aku, Chuang Tzu, bermimpi bahwa aku adalah seekor kupu-kupu yang terbang kesana-kemari, serasa seperti benar-benar seekor kupu-kupu. Aku hanya menyadari kebahagiaanku sebagai seekor kupu-kupu, tidak sadar bahwa aku Tzu. Begitu terjaga, begini ini adanya, menjadi diriku lagi. Sekarang aku tak tahu apakah aku tadi seorang manusia yang bermimpi menjadi kupu-kupu, atau apakah aku sekarang ini adalah seekor kupu-kupu yang sedang bermimpi jadi manusia. Antara kupu-kupu dan manusia ada sebuah perbedaan. Transisinya disebut “transformasi dari hal-hal material”.

Catatan : Transformasi dari hal-hal material adalah sebuah gagasan Chuang Tzu yang kerap muncul; bahwa segala sesuatu selalu berada dalam aliran (“flow”) yang konstan dan selalu berubah tapi senantiasa merupakan aspek-aspek yang beraneka dari yang Satu.